Showing posts with label fasilitator Pemberdaya. Show all posts
Showing posts with label fasilitator Pemberdaya. Show all posts

Jadilah Pemberdaya Yang Berdaya

Dari berbagai kendala yang dihadapi Fasilitator, demi membela kepentingan masyarakat dan keberpihakan untuk memberdayakan masyarakat seorang Fasilitator harus bisa “ Berdaya”. Bagaimana agar tetap bisa berdaya ditengah berbagai tekanan beban kerja yang menggunung?
  1. Jadilah pribadi yang “merdeka”, yaitu pribadi profesional yang memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat dan kelompok binaan. Kita kuasai konsep program dan implementasikan konsep program bukan hanya sekedar memenuhi tuntutan “proyek” dari program itu sendiri tetapi karena benar-benar ingin menjadikan masyarakat dampingan kita menjadi masyarakat yang mampu dan mandiri mengembangkan potensi dan menyelesaikan masalahnya. 
  2. Jadilah pribadi yang “berani”, yaitu pribadi profesional yang berani untuk tegas dari awal dalam menerapkan prinsip-prinsip program sehingga dapat meminimalisir deviasi yang mungkin timbul. Kondisi geografis yang sulit tidak menyurutkan semangat untuk membangun bersama masyarakat desa.
  3. Jadilah pribadi yang “cerdas”, yaitu pribadi profesional yang bisa menyeimbangkan implementasi konsep program dengan perkembangan zaman. Setiap orang harus mempunyai target peningkatan kompetensi dan pengembangan kemampuan diri sehingga di tengah masyarakat kita dapat mengimbangi perubahan yang ada. Saat menghadapi ancaman PHK karena kinerja dianggap kurang atau karena tuntunan pengurangan lokasi program, seorang Fasilitator tidak akan takut untuk tidak bisa berkarya lagi, karena dengan kompetensi yang dimiliki kita akan dapat menjadi pribadi yang dibutuhkan ‘pihak’ manapun. 
  4. Jadilah pribadi yang “konsisten”, yaitu pribadi profesional yang siap menjaga komitmen dan tidak mudah tergoda oleh bujukan, rayuan, dan godaan yang mungkin akan menggiring kita berbuat hal yang merugikan masyarakat dampingan. 
  5. Jadilah pribadi yang “Mempunyai Empati”, yaitu pribadi profesional yang dapat menjaga hubungan relasi sosial dengan masyarakat dampingannya dengan baik sehingga mendorong terjadinya dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat yang positif. 
Dengan menjadi Fasilitator yang “berdaya” keberadaan fasilitator menjadi katalisator untuk adanya perubahan positif yang ada di masyarakat dan dapat mendorong untuk mempengaruhi pengambil kebijakan dalam membuat regulasi yang berpihak untuk kepentingan masyarakat


Kutipan dari Mba Nunung Eks Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan

Baca Selengkapnya »

Akhirnya...!!!

Hari ini, atau tepatnya siang tadi bertepatan dengan waktu sholat dzuhur, seluruh fasilitator dan tim koordinator kabupaten pemberdayaan kabupaten bogor beserta dengan kota bogor dan depok, secara sah dan "meyakinkan" telah resmi diperpanjang masa tugasnya sebagai rekan, teman dan sahabat masyarakat dalam pembangunan. walaupun perpanjangan kontrak secara nasional hanya berlaku sampai akhir bulan maret dengan mekanisme dilakukan evaluasi kinerja kami sampai akhir kontrak lalu diputuskan apakah diperpanjang lagi atau STOP. Istilah kerennya bisa diibaratkan sebagai masa training / uji coba.

KOTAKU Kabupaten Bogor
Foto Koleksi Pribadi: Arahan Kepala Satker PKP Jawa Barat
Berbeda dengan era sebelumnya, kali ini penanda tanganan kontrak perpanjangan masa tugas langsung ditanda tangani oleh kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Jawa Barat Bapak Mujutahid Hidayat, ST, MT yang sebelumnya merupakan Kepala Satker PKP Provinsi Banten kini di tugaskan di Jawa Barat menggantikan Ibu Maria Doeni Isa, ST.

Sebelum proses penandatangan, terlebih dahulu Kepala Satker PKP Jawa Barat memberikan beberapa pengarahan terkait pendampingan masyarakat, kinerja dan beberapa warning jika seandainya dikemudian hari terdapat pelanggaran sebagaimana yang tercantum dalam dokumen kontrak kerja.

Selain hal tersebut, disampaikan pula terkait remunerisasi yang dengan sangat disayangkan untuk remunerisasi bulan Januari kemarin masih belum bisa kami terima dikarenakan terkendala masalah teknis, walaupun begitu hal ini sudah biasa kami alami terutama di periode awal tahun yang memang sudah terbiasa dengan keterlambatan pembayaran remunerisasi bahkan pernah mengalami sampai 5 bulan lamanya.

Harapan saya pribadi beserta dengan kawan-kawan pemeberdaya di lapangan adalah semoga apa yang dicita-citakan untuk menciptakan lingkungan yang terbebas dari kumuh dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Juga semoga dengan Kepala Satker PKP yang baru Bapak Mujutahid Hidayat, ST, MT dapat memberikan nuansa yang baru, semangat baru dan menjadi "Bapak sebenar-benarnya Bapak" dari kami yang menjadi tim teknis di lapangan.



Baca Selengkapnya »

Preambule

Saya menjalani sebuah profesi yang berhubungan erat dengan rutinitas masyarakat khususnya dalam pembangunan baik pembangunan fisik, ekonomi hingga pembangunan sosial/mental masyarakat.
10 April 2014 adalah awal pekerjaan saya ini dimulai (setidaknya syah menurut SK). berprofesi sebagai seorang tenaga pendamping masyarakat bukanlah suatu hal yang saya cita-citakan, bahkan tak pernah terbayangkan sedikitpun bahwa saya akan menjalani profesi seperti saat ini. Boleh dibilang saya "terjerumus" kedalam dunia pemberdayaan karena peruntungan nasib yang membawa saya ke jalan ini.

Menjalani hidup, mencari nafkah untuk diri sendiri (pada saat itu sebelum menikah) dan membantu orang tua adalah yang utama, berbagai macam pekerjaan selama itu tidak bertentangan dengan norma agama dan direstui orang tua akan saya jalani, termasuk pernah menjadi kuli angkut kayu bahan bakar pabrik tahu.


Baca Selengkapnya »